Kalau lo gamer PC, pasti gak asing dengan Epic Games Store—terutama karena rutinitas klaim game gratis tiap minggu. Tapi ternyata, di balik strategi itu, ada fakta menarik yang cukup ramai dibahas.
Menurut laporan terbaru, banyak pemain memang datang ke Epic cuma untuk ambil game gratis… lalu langsung kembali ke Steam sebagai platform utama mereka. Hal ini diungkap oleh mantan karyawan Epic yang menyebut bahwa kebiasaan tersebut cukup umum di kalangan pengguna.
Padahal secara angka, Epic Games Store bukan pemain kecil. Mereka mencatat sekitar 78 juta pengguna aktif bulanan dan menghasilkan ratusan juta dolar dari penjualan game pihak ketiga. Tapi di sisi lain, angka ini masih dianggap belum memenuhi ekspektasi awal mereka.
Epic sendiri sebenarnya punya ambisi besar. Mereka sedang mencoba menggabungkan platform PC dan mobile menjadi satu ekosistem terpadu. Namun, pendekatan ini juga mendapat kritik karena dianggap terlalu terburu-buru—bahkan ada laporan bahwa pengembangan store mobile mereka dipercepat hanya dalam waktu beberapa bulan dengan bantuan banyak kontraktor.
Di luar itu, Epic juga terus bereksperimen dengan berbagai proyek lain, termasuk kerja sama besar dengan Disney untuk mengembangkan game baru. Tapi dengan banyaknya “side project” yang dijalankan, muncul pertanyaan: apakah fokus mereka terlalu terpecah?
Sayangnya, dampak dari semua ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tapi juga oleh karyawan. Epic sempat melakukan PHK besar-besaran, termasuk lebih dari 1.000 staf, setelah penurunan engagement di Fortnite.
Di tengah semua ambisi dan tantangan ini, Epic Games Store masih berusaha menemukan cara untuk benar-benar jadi kompetitor kuat di pasar PC gaming.
Epic Games Store itu ibarat “minimarket depan komplek” yang cuma kita datengin pas ada promo diskon gede, sementara Steam tetap jadi “rumah” yang nyaman. Fitur sosial dan komunitas di Steam itu sudah terlalu kuat buat dikalahin cuma pakai modal game gratis. Gue sih berharap Epic mulai fokus benerin User Interface (UI) dan fitur komunitas mereka biar lebih ringan dan enak dipake. Kalau cuma ngandelin game gratis, ya jangan kaget kalau gamer cuma dateng pas “pembagian sembako” digital aja.








