Capcom makin bikin penasaran jelang perilisan Pragmata pada 17 April. Lewat trailer terbaru bertajuk “Eight”, kita akhirnya dapat gambaran lebih jelas soal cerita, karakter baru, dan hubungan antara dua protagonis utama.
Di trailer ini, kita diperkenalkan dengan karakter misterius bernama Eight—sosok “Pragmata” lain yang mirip dengan Diana. Tapi yang paling mencuri perhatian tetap interaksi antara Hugh dan Diana, duo unik yang harus bekerja sama untuk kabur dari fasilitas bulan yang sudah dikuasai AI liar bernama IDUS.
Ceritanya sendiri cukup menarik. Hugh adalah bagian dari tim investigasi yang dikirim ke pangkalan bulan yang tiba-tiba kehilangan kontak. Di sana, ia bertemu Diana, dan keduanya harus bertahan hidup sambil mencari jalan kembali ke Bumi—tentu saja sambil menghadapi ancaman robot dan sistem yang sudah tidak terkendali.
Yang bikin Pragmata beda dari game action biasa adalah mekanik gameplay-nya. Lo gak cuma tembak-tembakan, tapi juga harus melakukan hacking di tengah pertempuran. Diana bisa melemahkan musuh lewat sistem hack, sementara Hugh harus tetap bergerak dan menghindari serangan. Jadi, combat terasa lebih taktis dan dinamis.
Dari sisi teknis, versi PC juga terlihat menjanjikan. Capcom sudah memastikan dukungan teknologi seperti RTX dan DLSS 4, yang bakal menghadirkan visual lebih realistis lewat pencahayaan dan refleksi yang lebih detail, plus performa yang lebih mulus.
Menariknya lagi, game ini digarap oleh Yasuhiro Anpo, sosok veteran Capcom yang sudah terlibat sejak era awal Resident Evil dan juga ikut mengerjakan remake Resident Evil 2 dan 4. Jadi soal kualitas, ekspektasi jelas cukup tinggi.
Pragmata akan hadir di PC, PS5, Xbox Series X/S, dan Nintendo Switch 2. Bahkan, lo juga bisa mencoba demo gratis sebelum rilis resminya.
Pragmata ini adalah jawaban Capcom buat lo yang pengen game sci-fi dengan narasi kuat tapi tetep punya mekanik combat yang mikir. Keterlibatan Yasuhiro Anpo bikin gue yakin elemen “survival”-nya bakal kerasa tegang banget.








