Kadang ada game yang datang tanpa banyak hype… tapi langsung meledak. Tahun ini, kandidat kuatnya sepertinya adalah Windrose.
Baru saja rilis dalam early access, game survival bertema bajak laut ini langsung mencatatkan lebih dari 20.000 pemain aktif hanya dalam waktu kurang dari dua jam (via SteamDB). Bahkan angka itu terus naik hingga menembus 57.000 pemain—dan ini terjadi di jam yang kurang ideal untuk sebagian besar gamer dunia.
Dari konsepnya saja, Windrose sudah terlihat menggoda. Bayangkan perpaduan antara eksplorasi laut ala Assassin’s Creed IV: Black Flag dengan sistem survival dan crafting seperti Valheim.
Di sini, lo bisa bertarung di darat maupun laut, menjelajah dunia open-world yang luas, membangun kapal, crafting berbagai item, hingga melawan boss dengan sistem combat yang cukup menantang ala soulslike. Bahkan game ini bisa dimainkan solo atau bareng teman, jadi fleksibel banget.
Menariknya, respons awal dari pemain juga sangat positif. Dari puluhan review awal di Steam, Windrose langsung mendapatkan rating “Very Positive” dengan skor sekitar 92%—tanda bahwa peluncurannya berjalan cukup mulus, tanpa masalah teknis besar.
Kesuksesan awal ini juga gak lepas dari dukungan Palworld. Developer-nya, Pocketpair, menggunakan kesuksesan Palworld untuk membangun label publishing baru, yang kini ikut mendukung perilisan Windrose, khususnya di Jepang.
Dengan start sekuat ini, Windrose terlihat punya potensi besar untuk jadi “kejutan besar” berikutnya di genre survival—mengikuti jejak game-game viral sebelumnya.
Windrose adalah jawaban buat kita yang sudah lama haus akan game bajak laut yang punya gameplay loop solid. Dibanding game bajak laut lain yang terlalu kaku, elemen survival-crafting di sini bikin kita punya rasa kepemilikan sama kapal dan markas kita sendiri. Ditambah mekanik Soulslite-nya, pertarungan jadi nggak gampang bosen.








