Kabar baru datang untuk para penggemar franchise Horizon. Setelah cukup lama menghilang dari sorotan sejak pertama kali diperkenalkan, Horizon: Steel Frontiers akhirnya mendapatkan jendela rilis resmi. Developer asal Korea Selatan, NCSoft, mengonfirmasi bahwa MMORPG yang mengambil latar dunia Horizon tersebut akan meluncur pada paruh pertama tahun 2027.
Bagi yang belum mengikuti proyek ini, Horizon: Steel Frontiers merupakan spin-off multiplayer dari franchise Horizon milik Guerrilla Games. Berbeda dengan Horizon Zero Dawn dan Horizon Forbidden West yang berfokus pada petualangan single-player, Steel Frontiers akan membawa pemain ke pengalaman MMORPG yang memungkinkan banyak pemain menjelajahi dunia Horizon secara bersamaan.
Sejak pertama kali muncul dalam berbagai laporan pada 2025 dan kemudian diperlihatkan melalui trailer resmi, proyek ini langsung memancing rasa penasaran. Banyak pemain bertanya-tanya seperti apa rasanya berburu mesin raksasa, menjelajahi dunia pasca-apokaliptik, dan bertahan hidup bersama pemain lain dalam skala yang jauh lebih besar dibanding game Horizon sebelumnya.
Meski belum mengungkap tanggal rilis pasti, NCSoft memasukkan Horizon: Steel Frontiers sebagai salah satu proyek utama mereka untuk tahun 2027. Informasi tersebut muncul dalam presentasi Investor Relations perusahaan pada Mei 2026. Sayangnya, detail baru mengenai gameplay, fitur multiplayer, maupun model bisnis game ini masih belum diungkap secara lengkap.
Yang cukup menarik perhatian adalah keputusan NCSoft untuk merilis Steel Frontiers hanya di PC dan perangkat mobile pada tahap awal. Hingga saat ini belum ada konfirmasi mengenai versi PlayStation 5, meskipun banyak penggemar berharap game tersebut nantinya juga hadir di konsol milik Sony.
Reaksi komunitas terhadap proyek ini sendiri masih cukup beragam. Sebagian pemain tertarik melihat bagaimana dunia Horizon diterjemahkan ke dalam format MMORPG. Namun tidak sedikit pula yang lebih berharap Guerrilla Games segera mengumumkan Horizon 3, kelanjutan cerita utama Aloy yang hingga kini masih menjadi misteri.
Kondisi pasar game live-service yang semakin kompetitif juga membuat sebagian penggemar merasa khawatir. Dalam beberapa tahun terakhir, cukup banyak proyek multiplayer besar yang gagal bertahan lama setelah peluncuran. Karena itulah, banyak yang mempertanyakan apakah Steel Frontiers mampu menemukan komunitas pemain yang cukup besar untuk bertahan dalam jangka panjang.
Meski begitu, NCSoft sebenarnya bukan nama baru di genre MMORPG. Perusahaan ini dikenal berkat berbagai proyek multiplayer besar selama bertahun-tahun dan memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam mengelola game online berskala besar. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Sony mempercayakan lisensi Horizon kepada mereka.
Tetap saja, masa depan Steel Frontiers masih menjadi tanda tanya besar. Di satu sisi, dunia Horizon memiliki potensi luar biasa untuk dijadikan MMORPG dengan berbagai mesin raksasa, suku-suku unik, dan lingkungan yang luas untuk dieksplorasi bersama pemain lain. Di sisi lain, ekspektasi penggemar terhadap Horizon 3 membuat spin-off ini harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan bahwa keberadaannya memang layak dinantikan.
Menjelajahi dunia pasca-apokaliptik dan menumbangkan monster mekanis raksasa secara co-op bareng teman-teman kedengarannya memang sangat seru di atas kertas. Masalahnya, keputusan untuk melewatkan PS5 di awal rilis dan hanya berfokus pada PC serta Mobile terasa sangat berani sekaligus berbahaya, mengingat basis fans terbesar Horizon justru berada di ekosistem PlayStation.












