Kabar besar datang dari Ubisoft untuk para gamer yang sudah lama menantikan kelanjutan franchise andalan mereka. Lewat laporan keuangan terbaru, Ubisoft resmi mengonfirmasi bahwa game baru dari seri Assassin’s Creed, Far Cry, dan Ghost Recon sedang dalam pengembangan dan dijadwalkan rilis sebelum April 2029.
Dalam laporan finansial FY2025-2026, Ubisoft menyebut mereka sedang menyiapkan “pipeline konten yang jauh lebih kuat dan beragam” untuk FY2027-28 hingga FY2028-29. Karena tahun fiskal Ubisoft berlangsung dari 1 April hingga 31 Maret, itu berarti ketiga game tersebut dipastikan meluncur paling lambat 31 Maret 2029.
Untuk seri Assassin’s Creed sendiri, banyak fans menduga game berikutnya adalah proyek yang sebelumnya dikenal sebagai Codename Hexe. Game ini pertama kali diumumkan pada 2022 bersamaan dengan pengungkapan besar franchise Assassin’s Creed, termasuk Codename Red yang kini telah resmi menjadi Assassin’s Creed Shadows.
Menurut rumor yang beredar, Hexe akan mengambil setting Eropa abad ke-16 dengan tema perburuan penyihir yang gelap dan misterius. Namun perjalanan pengembangannya dikabarkan cukup berat karena proyek tersebut sudah kehilangan dua direktur selama proses produksi.
Sementara itu, game baru Ghost Recon sebelumnya sempat diisyaratkan langsung oleh CEO Ubisoft, Yves Guillemot, dalam sesi bersama investor tahun 2025 lalu. Walaupun detailnya masih minim, banyak gamer berharap seri tactical shooter ini kembali ke akar gameplay realistis yang dulu membuat franchise tersebut begitu populer.
Untuk Far Cry, Ubisoft juga memastikan ada dua proyek berbeda yang sedang digarap. Salah satunya diyakini merupakan game utama baru dengan codename Project Blackbird. Berdasarkan bocoran sebelumnya, game ini akan menghadirkan cerita non-linear dengan misi menyelamatkan keluarga protagonis yang diculik, semuanya berlangsung dalam waktu 72 jam di dalam game atau sekitar 24 jam real-time.
Menariknya lagi, Ubisoft juga disebut sedang mengembangkan proyek Far Cry multiplayer terpisah. Namun hingga sekarang belum jelas game mana yang akan dirilis lebih dulu.
Di sisi lain, Ubisoft mengakui bahwa FY2026-2027 kemungkinan akan menjadi periode sulit bagi perusahaan karena jadwal rilis yang lebih sedikit serta biaya restrukturisasi besar-besaran. Awal tahun ini Ubisoft memang melakukan perubahan besar dengan menutup beberapa studio, memanggil kembali staf ke kantor, hingga membatalkan sejumlah proyek termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time yang sempat tertunda lama.
Bukan cuma itu, Ubisoft juga mulai serius berinvestasi di teknologi AI. Mereka kini tengah mempercepat pengembangan pengalaman game berbasis generative AI pertama mereka yang bernama Teammates. Proyek eksperimental ini menghadirkan squadmate AI yang bisa diajak berbicara secara dinamis dalam game FPS futuristik.
Selain untuk gameplay, Ubisoft juga mengatakan AI akan membantu proses pengembangan game modern, mulai dari bot untuk quality control hingga NPC yang mampu bereaksi lebih realistis terhadap perilaku pemain secara real-time.
Ini bisa menjadi momen penting bagi Ubisoft untuk bangkit setelah beberapa tahun terakhir dipenuhi kontroversi, penundaan proyek, dan performa game yang naik turun.








