Kabar mengejutkan datang dari Valve setelah sebuah game horor gratis di Steam ternyata diduga digunakan sebagai alat penyebar malware berbahaya. Game berjudul Beyond The Dark resmi dihapus dari platform Steam setelah investigasi mengungkap adanya file mencurigakan yang dapat mencuri data pengguna.
Game free-to-play yang dirilis pada Desember 2024 ini sebenarnya tidak terlalu populer. Dengan hanya 39 review dan rating “Average”, banyak gamer mengira game tersebut hanyalah proyek indie horor biasa yang gagal menarik perhatian. Namun ternyata, tujuan utama game ini diduga bukan untuk memberikan pengalaman bermain menyeramkan, melainkan menjebak sebanyak mungkin pemain agar mengunduh malware tersembunyi.
Kasus ini pertama kali dibongkar oleh YouTuber bernama Eric Parker yang memiliki lebih dari 200 ribu subscriber. Lewat video investigasinya, Parker menemukan bahwa game tersebut diduga menggunakan malware yang disisipkan dalam file bernama UnityPlayer.dll. Malware itu disebut mampu mencuri data pengguna yang menginstal game tersebut.
Setelah video tersebut viral, Valve akhirnya bergerak cepat dan menghapus Beyond The Dark dari Steam. Sayangnya, hingga saat ini Valve masih belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut maupun jenis data apa saja yang kemungkinan berhasil dicuri oleh malware tersebut.
Sebelum dihapus, deskripsi game tersebut terdengar seperti game horor biasa:
“Terjebak di tempat yang dipenuhi kegelapan, kamu harus tetap diam, berpikir cepat, dan bertahan hidup dari sesuatu yang mengintai di dekatmu. Cari petunjuk, pecahkan misteri, dan telusuri koridor menyeramkan saat sesuatu yang tak terlihat memburumu.”
Tentu saja, tidak ada satu pun petunjuk bahwa game tersebut menyimpan ancaman berbahaya di balik file instalasinya.








