Buat lo yang suka game cepat, intens, dan penuh tekanan, Saros makin menunjukkan taringnya lewat gameplay terbaru—dan jujur, ini kelihatan brutal banget.
Dikembangkan oleh Housemarque, studio di balik Returnal, Saros jelas masih membawa DNA bullet hell yang kental. Tapi kali ini, mereka menaikkan levelnya ke titik yang lebih gila.
Di cuplikan terbaru, kita melihat Arjun menghadapi musuh Elite yang membanjiri arena dengan berbagai jenis proyektil. Yang paling mencuri perhatian adalah “corruption bullets”—peluru kuning yang gak cuma berbahaya saat kena, tapi juga tetap “hidup” di arena setelah ditembakkan.
Peluru ini akan jatuh ke lantai seperti ranjau, lalu perlahan bangkit lagi, menciptakan zona berbahaya yang terus berkembang. Jadi bukan cuma harus menghindar, tapi lo juga harus memperhatikan posisi dan timing dengan sangat presisi.
Baca juga:
- Saros Pamer Gameplay 4K/60 FPS: Roguelite Brutal ala Returnal dengan Twist Baru!
- Gak Pake Loading! Saros Pamer Gameplay ‘Slick’ dan Fitur DualSense yang Bikin Merinding!
- Bullet Hell Rasa AAA! Gameplay Singkat Saros Pamer Aksi Dodging yang Intens Parah!
Musuh juga melancarkan serangan jarak dekat dengan peluru merah, dan di sinilah mekanik baru parry jadi kunci. Berbeda dari sistem sebelumnya di Returnal, parry di Saros bisa memantulkan serangan sekaligus memberikan damage balik—menambah layer strategi dalam pertarungan.
Selain itu, ada juga mekanik grappling untuk kabur dari situasi berbahaya, serta kemampuan menyerap peluru biru untuk mengisi Power Weapon. Bahkan nantinya, Arjun bisa membuka upgrade untuk menyerap peluru korupsi—memberikan peluang bertahan di situasi paling kacau sekalipun.
Semua ini membuat pertempuran terasa jauh lebih dinamis dan menegangkan. Arena bukan cuma tempat bertarung, tapi juga jadi ancaman itu sendiri.
Saros dijadwalkan rilis pada 30 April untuk PS5, dan game ini sudah resmi “gone gold”, artinya siap meluncur tanpa hambatan besar.
Gue suka banget gimana mereka bikin lantai tempat kita berdiri jadi musuh juga lewat “Corruption Bullets” itu—bikin kita nggak bisa diem di satu titik terlalu lama. Sistem Parry-nya juga bikin gue antusias karena gameplay-nya bakal terasa lebih personal dan intens dibanding sekadar lari-larian menghindar.








