Upgimia
  • Home
  • Berita
    • PC
    • Playstation
    • Xbox
    • Switch
    • Mobile
  • Review
  • Side Quest
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • PC
    • Playstation
    • Xbox
    • Switch
    • Mobile
  • Review
  • Side Quest
No Result
View All Result
Upgimia
No Result
View All Result
Home Review

Review Pragmata

Jimmy by Jimmy
April 19, 2026
in Review
0 0
0
Review Pragmata
FacebookTwitterWhatsapp

Pragmata DEALS

  • PS Store
    Rp779000 VIEW
  • Steam
    Rp779000 VIEW
  • Microsoft Store (Xbox)
    Rp779000 VIEW

Setelah bertahun-tahun menghilang, ditunda, lalu muncul lagi dengan penuh misteri, akhirnya Pragmata resmi mendarat. Jujur saja, gua masuk ke game ini dengan ekspektasi campur aduk. Di satu sisi penasaran karena ini proyek baru Capcom, di sisi lain khawatir jangan-jangan cuma jadi game ambisius yang gagal eksekusi. Tapi setelah tamat, gua bisa bilang satu hal: Pragmata adalah salah satu kejutan terbaik dari Capcom tahun ini.

Game ini bukan sekadar third-person shooter biasa. Pragmata punya identitas kuat, gameplay beda dari yang lain, dan duo karakter yang bikin perjalanan terasa hangat di tengah dunia dingin penuh robot dan mesin. Buat yang suka dengan game Sci-Fiction game ini gua rekomendasikan banget.

Petualangan di Bulan

Pragmata membawa kita ke fasilitas bulan bernama The Cradle, markas teknologi canggih yang kini berubah jadi tempat kacau balau setelah AI kehilangan kendali. Kita bermain sebagai Hugh Williams, seorang teknisi sekaligus pria paruh baya yang terjebak di tengah kekacauan itu. Di game ini kamu juga bakan bertemu karakter bernama Eight, namun ga akan gue ceritain yaa karena nanti jadi spoiler buat kamu yang ingin bermain game ini nantinya. Jadi kalau kamu mau tau siapa itu Eight, pastiin kamu mainin game ini deh.

Di sinilah ia bertemu Diana, android kecil yang awalnya terlihat seperti bocah biasa, tapi ternyata memegang peran penting dalam seluruh cerita. Dari awal sampai akhir, hubungan Hugh dan Diana jadi pusat emosi game ini.

Awalnya Hugh terlihat cuek dan dingin, sementara Diana polos dan penuh rasa ingin tahu. Tapi makin lama, chemistry keduanya berkembang natural. Gue malah merasa inilah kekuatan utama Pragmata. Bukan cuma soal melawan robot, tapi soal dua karakter berbeda yang perlahan saling peduli. Kita yang bermain sebagai Hugh mungkin akan sedikit merasa bagaimana rasanya menjadi seorang Ayah.

Hacking Sambil Nembak

Nah, bagian paling menarik dari Pragmata ada di gameplay-nya.

Biasanya game shooter cuma soal tembak, dodge, reload, beres. Tapi di sini Capcom bikin formula unik: Hugh (kita) menembak, Diana meretas musuh secara real-time.

Saat mengunci target, muncul grid puzzle kecil yang harus kita selesaikan sambil tetap bergerak dan menghindari serangan. Setelah hack berhasil, armor musuh terbuka dan Hugh bisa menghancurkannya. Hack ini penting untuk dilakukan agar damage tembakan kita lebih besar.

Awalnya sistem ini terasa aneh. Gue sempat bingung karena harus mikirin dua hal sekaligus: nembak dan puzzle. Tapi setelah beberapa jam, sensasinya luar biasa. Setiap pertarungan jadi aktif, cepat, dan butuh fokus penuh.

Ada rasa puas tersendiri ketika berhasil hack musuh sambil loncat sana-sini pakai jetpack lalu meledakkannya dengan shotgun energi. Capcom benar-benar berhasil bikin gameplay yang fresh. Sekilas tembak-tembakan Pragmata mengingatkan gue ke game Gunz (buat yang ngingat game ini berarti udah tua wkwkwkw).

Senjata, Upgrade, dan Eksperimen Bebas

Sepanjang permainan, Hugh punya banyak jenis senjata. Dari pistol standar, rifle futuristik, shotgun molekul, sampai gadget taktis seperti drone dan bubble stasis. Namun ada beberapa senjata, node, dan kostum yang hanya bisa kamu dapatkan dengan menyelesaikan Bingo di Shelter.

Sementara itu, Diana bisa membuka node hack tambahan seperti:

  • Membakar sistem musuh
  • Membuat robot menyerang temannya sendiri
  • Memulihkan HP Hugh
  • Membekukan lawan sementara

Hasilnya? Yap, kita bebas bereksperimen. Mau main agresif bisa. Mau lebih taktis juga bisa.

Gue suka karena game ini terus memberi alat baru, jadi combat tidak cepat basi. Bahkan menjelang akhir game, gw masih menemukan kombinasi serangan baru yang seru dipakai.

Eksplorasi Tambahan

Walau tergolong game linear, Pragmata tetap memberi ruang eksplorasi yang memuaskan.

Setiap area punya jalur rahasia, upgrade material, collectible, dan ruangan challenge bernama Red Gates yang isinya arena tempur sulit. Menyelesaikan Red Gates akan membantu kamu membuka baris Bingo yang terkunci dan memberikan kamu reward yang bagus. Ada juga hub area bernama The Haven, tempat Hugh dan Diana beristirahat.

Di sini kita bisa upgrade gear, ganti kostum, baca lore, latihan di simulator, dan yang paling penting… ngobrol santai dengan Diana.

Momen kecil seperti memberi Diana hadiah benda-benda dari bumi justru bikin hubungan karakter terasa hidup. Gue pribadi sering sengaja balik ke hub cuma buat lihat interaksi baru mereka. Interaksi Diana dengan benda-benda dari bumi itu imut banget dah.

Visual Keren

Dengan RE Engine, Pragmata tampil sangat solid. Dunia bulan yang sunyi terasa dingin dan menyeramkan, tapi tetap indah dipandang.

Salah satu area favorit saya adalah replika Times Square yang melayang di ruang hampa. Unik, absurd, tapi keren banget.

Efek ledakan, cahaya neon, desain robot, dan animasi combat semuanya mantap. Soundtrack-nya juga pas—kadang tenang dan sepi saat eksplorasi, lalu berubah megah saat boss fight.

Atmosfer game ini benar-benar sukses bikin saya tenggelam di dunianya. Dan satu hal lagi, gue ga ngalamin bug apapun ketika main game ini di PC walaupun gue main di Day One perilisan game Pragmata.

Sedikit Kekurangan

Salah satu kelemahan atau kekurangan dari Pragmata adalah mungkin gameplay-nya akan terasa repetitif atau itu-itu saja setelah kamu bermain beberapa jam. Beberapa area menjelang pertengahan mulai terasa repetitif karena terlalu banyak koridor futuristik.

Struktur misi seperti “buka pintu, aktifkan terminal” juga dipakai beberapa kali.

Namun untungnya game ini bisa ditamatkan dengan waktu yang relatif cepat. Gue sendiri namatin game ini dalam waktu 14 jam. Buat kamu yang mungkin suka eksplorasi penuh mungkin memerlukan waktu yang lebih, karna gue ngga eksplor seluruh Red Gates, dan hanya fokus namatin game ini doang.

Kesimpulan

Pragmata adalah bukti kalau Capcom masih berani bereksperimen. Ini bukan shooter generik, melainkan game aksi sci-fi dengan ide segar, combat unik, dan duo karakter yang gampang disukai.

Gue datang dengan rasa ragu, tapi pulang dengan senyum puas. Hugh dan Diana sukses membawa petualangan yang seru, emosional, dan beda dari kebanyakan game AAA saat ini.

Kalau kamu bosan dengan game shooter yang itu-itu saja dan ingin pengalaman baru yang kreatif, Pragmata wajib masuk wishlist. Game ini mungkin tidak sempurna, tapi jelas punya jiwa dan keberanian untuk tampil beda.

The Review

Pragmata

8.7 Score

Dengan durasi game sekitar 14 jam, Pragmata unggul di inovasi gameplay, story, chemistry karakter, dan pengalaman yang segar. Kekurangannya ada di repetisi area dan misi. Tapi secara keseluruhan, ini game yang sangat menarik dan layak dicoba.

PROS

  • Gameplay sangat unik dan fresh
  • Duo karakter yang kuat
  • Combat seru dan menantang
  • Visual dan atmosfer keren
  • Eksplorasi tetap rewarding
  • Banyak variasi senjata dan upgrade

CONS

  • Beberapa area terasa repetitif
  • Struktur misi kadang berulang (seperti membuka pintu yang terkunci)
  • Ending terasa kurang

Review Breakdown

  • Gameplay 0
  • Grafis / Visual 0
  • Audio / Soundtrack 0
  • Cerita 0
  • Karakter 0
  • Level Design / Eksplorasi 0
  • Replay Value 0

Pragmata DEALS

We collect information from many stores for best price available

Best Price

Rp779000
  • PS Store
    Rp779000 Buy Now
  • Steam
    Rp779000 Buy Now
  • Microsoft Store (Xbox)
    Rp779000 Buy Now
Tags: Pragmata
Previous Post

Trails in the Sky 2nd Chapter Resmi Rilis 17 September! Petualangan Estelle dan Joshua Berlanjut

Next Post

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Resmi Umumkan Tanggal Reveal Global!

Jimmy

Jimmy

Jimmy merupakan penulis sekaligus pendiri Upgimia.com. Saya menyukai beberapa game FPS seperti Valorant, PUBG, CSGO.. Dan di waktu luang saya juga suka memainkan game lainnya seperti game petualangan GOW Ragnarok, Expedition 33, Persona series. Game terbaik bagi saya saat ini adalah Expedition 33, Personal 5 Royal, dan DRAGON QUEST XI Echoes of an Elusive Age S (Yapp pada dasarnya saya menyukai game turn-based)

Related Posts

review 007 First Light
Review

Review 007 First Light

review game forza horizon 6
Review

Review Forza Horizon 6

Review game REPLACED
Review

Review REPLACED

Next Post
Assassin’s Creed Black Flag Resynced

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Resmi Umumkan Tanggal Reveal Global!

  • Trending
  • Latest
God of War: Laufey Resmi Diumumkan

Faye Hidup Lagi?! Game Baru ‘God of War: Laufey’ Resmi Diumumkan, Pamer 20 Menit Gameplay yang Mind-Blowing!

Juni 4, 2026
Silent Hill: Townfall Hadir September 2026

Pindah Lokasi dan Pakai Sudut Pandang FPS! Silent Hill: Townfall Resmi Umumkan Tanggal Rilis September Ini!

Juni 4, 2026
Until Dawn 2 Resmi Diumumkan

Siap-Siap Senam Jantung! Until Dawn 2 Resmi Diumumkan dengan Pilihan yang Makin Brutal dan Mematikan!

Juni 4, 2026
Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Rilis Februari 2027

Siap Petualangan Lagi! Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Rilis Februari 2027, Ada Bonus Kostum Klasik Lara Croft!

Juni 4, 2026
Silent Hill: Townfall Hadir September 2026

Pindah Lokasi dan Pakai Sudut Pandang FPS! Silent Hill: Townfall Resmi Umumkan Tanggal Rilis September Ini!

Juni 4, 2026
God of War: Laufey Resmi Diumumkan

Faye Hidup Lagi?! Game Baru ‘God of War: Laufey’ Resmi Diumumkan, Pamer 20 Menit Gameplay yang Mind-Blowing!

Juni 4, 2026
Until Dawn 2 Resmi Diumumkan

Siap-Siap Senam Jantung! Until Dawn 2 Resmi Diumumkan dengan Pilihan yang Makin Brutal dan Mematikan!

Juni 4, 2026
Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Rilis Februari 2027

Siap Petualangan Lagi! Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Rilis Februari 2027, Ada Bonus Kostum Klasik Lara Croft!

Juni 4, 2026
Upgimia

© Copyright Upgimia 2026. All rights reserved.

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Tim Redaksi
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • PC
    • Playstation
    • Xbox
    • Switch
    • Mobile
  • Review
  • Side Quest

© Copyright Upgimia 2026. All rights reserved.