Kabar menarik datang dari Resident Evil Requiem! Setelah sukses besar sejak rilis Februari lalu, sang sutradara Koshi Nakanishi akhirnya membagikan data perilaku pemain—dan hasilnya cukup mengejutkan.
Dalam wawancara bersama Denfaminico Gamer, Nakanishi mengungkap bagaimana pemain memilih sudut pandang kamera saat bermain. Seperti yang sudah diketahui, game ini memberi kebebasan memilih antara first-person dan third-person, tergantung preferensi masing-masing pemain.
Namun ternyata, mayoritas gamer punya pilihan yang cukup jelas… setidaknya untuk satu karakter.
Untuk bagian yang dimainkan sebagai Leon, sekitar 90% pemain memilih third-person sesuai rekomendasi game. Hal ini tidak terlalu mengejutkan, mengingat Leon sudah identik dengan sudut pandang tersebut sejak Resident Evil 2, 4, dan 6.
Sebaliknya, saat bermain sebagai karakter Grace, hasilnya jauh lebih terbagi. Hanya sekitar 60% pemain mengikuti rekomendasi first-person, sementara 40% lainnya memilih third-person meskipun game menyarankan sudut pandang orang pertama untuk meningkatkan ketegangan.
Hal ini menunjukkan bahwa banyak pemain mungkin merasa mode first-person terlalu intens, terutama untuk bagian yang memang dirancang lebih horor dan menegangkan.
Menariknya, Nakanishi juga menyebut bahwa preferensi ini berbeda-beda tergantung platform dan wilayah. Pemain di Jepang dan Asia cenderung lebih memilih third-person, sementara pemain PC lebih banyak yang berani menggunakan first-person.
Keputusan menghadirkan dua opsi kamera ini ternyata bukan tanpa alasan. Dalam wawancara sebelumnya dengan GamesRadar, Nakanishi mengungkap bahwa pengalaman di Resident Evil 7: Biohazard menjadi pelajaran penting.
Menurutnya, sudut pandang first-person di RE7 memang sukses membuat game terasa sangat menakutkan—bahkan terlalu menakutkan bagi sebagian pemain. Banyak yang tidak sanggup menyelesaikan game tersebut karena intensitas horornya.
Karena itu, di Resident Evil Requiem pemain diberikan pilihan. Jika first-person terasa terlalu menyeramkan, third-person bisa jadi cara untuk “mengurangi tekanan” dengan memberi jarak visual antara pemain dan dunia horor di dalam game.
Dari sisi performa, Resident Evil Requiem juga mencatat pencapaian luar biasa. Game ini berhasil terjual lebih dari 7 juta copy dalam dua bulan dan saat ini menjadi salah satu game dengan rating tertinggi tahun ini, sejajar dengan Pokémon Pokopia dengan skor 89 di Metacritic. Upgimia sendiri memberikan skor 8.8 dalam review Resident Evil Requiem.
Horor itu subjektif, dan nggak semua orang kuat dikagetin langsung di depan muka! Gue sendiri ngerasa mainin Leon di third-person itu wajib hukumnya biar gerakan melee-nya kelihatan makin sangar.








