Developer seri Yakuza, Ryu Ga Gotoku Studio, kembali bikin kejutan lewat game terbarunya, Stranger Than Heaven. Setelah sebelumnya menghadirkan nama-nama besar seperti Snoop Dogg, Ado, hingga Danny Trejo di proyek mereka, kali ini studio tersebut melakukan sesuatu yang jauh lebih emosional.
Stranger Than Heaven dipastikan akan menghadirkan sosok aktor legendaris Jepang Bunta Sugawara—meskipun sang aktor sebenarnya telah meninggal dunia sejak tahun 2014.
Informasi ini pertama kali terungkap lewat trailer story dan cast terbaru yang dipamerkan pada Xbox Showcase. Dalam trailer tersebut, Bunta Sugawara dipastikan akan muncul sebagai karakter di dalam game lengkap dengan kemiripan wajah aslinya.
Buat yang belum familiar, Bunta Sugawara adalah salah satu ikon film yakuza paling legendaris di Jepang. Sepanjang kariernya, ia membintangi lebih dari 200 film dan menjadi sosok yang sangat dihormati di industri hiburan Jepang.
Beberapa gamer mungkin mengenalnya sebagai pengisi suara Cid di seri Final Fantasy Dissidia, sementara pecinta anime mungkin lebih familiar dengan perannya sebagai Kamajî di film Spirited Away.
Sayangnya, Sugawara meninggal dunia pada tahun 2014 akibat gagal hati yang dipicu kanker hati. Namun warisannya kini akan “hidup kembali” di Stranger Than Heaven.
Menurut laporan dari Polygon, pihak keluarga Sugawara telah diberi tahu soal penggunaan wajah dan karakter sang aktor di dalam game, dan mereka memberikan izin penuh untuk proyek tersebut.
Menariknya lagi, karakter Sugawara di game ini akan disuarakan oleh Takashi Ukaji, yang disebut sebagai sahabat dekat sang aktor semasa hidupnya. Hal ini membuat kehadiran karakter tersebut terasa lebih personal dan penuh penghormatan, bukan sekadar cameo biasa.
Ryu Ga Gotoku sendiri memang dikenal sering menghadirkan selebriti terkenal di game mereka, tetapi ini pertama kalinya mereka menggunakan sosok aktor yang telah wafat dalam proses pengembangan game modern.
Langkah RGG ini adalah bentuk fanservice tingkat tinggi untuk para penggemar film kriminal klasik Jepang. Menggunakan teknologi untuk “menghidupkan” kembali legenda film Yakuza di dalam game bertema Yakuza itu bener-bener pas banget secara tematik. Meskipun perdebatan soal penggunaan likeness orang yang sudah meninggal lewat AI sering jadi topik sensitif, fakta bahwa sahabat dekatnya sendiri yang mengisi suaranya bikin proyek ini terasa punya jiwa dan rasa hormat yang tinggi.








