Buat lo yang suka game dengan atmosfer unik dan cerita kuat, ada kabar seru nih. South of Midnight akhirnya resmi rilis di PS5 dan Nintendo Switch 2, setelah sebelumnya lebih dulu hadir di Xbox Series X/S dan PC.
Game ini sempat dapet respon positif dari gamer dan kritikus, bahkan berhasil tembus 1 juta pemain dalam bulan pertama—kemungkinan besar terbantu juga dari kehadirannya di Game Pass. Sekarang, makin banyak gamer yang bisa ngerasain pengalaman uniknya.
Di game ini, lo bakal main sebagai Hazel, seorang gadis yang lagi mencari ibunya, Lacey, setelah bencana banjir besar menghancurkan rumah dan kota mereka. Tapi perjalanan ini gak sekadar pencarian biasa. Ternyata Hazel punya kekuatan sebagai Weaver, yang bisa mengendalikan “Strands” untuk memperbaiki sesuatu yang disebut Grand Tapestry.
Sepanjang perjalanan, lo bakal menjelajahi wilayah Deep South Amerika yang penuh nuansa gelap dan misterius. Yang bikin beda, game ini juga menampilkan cinematic bergaya stop-motion yang unik banget—jarang banget dipakai di game modern.
Lo juga bakal ketemu berbagai makhluk folklore aneh dan ikonik, seperti Huggin’ Molly dan Two-Toed Tom. Beberapa dari mereka bahkan jadi boss fight yang harus lo hadapi. Dari sisi gameplay, combat-nya cukup straightforward—lo pakai serangan melee dengan dual hooks dan berbagai skill untuk ngalahin musuh.
Tapi di balik semua aksi itu, South of Midnight sebenarnya lebih dari sekadar game berantem. Game ini juga banyak menyentuh tema penyembuhan, kehilangan, dan membantu orang move on—jadi ada sisi emosional yang cukup kuat.
Kalau lo pernah main karya Compulsion Games sebelumnya seperti We Happy Few atau Contrast, kali ini mereka hadir dengan pendekatan yang lebih “tradisional”, tapi tetap mempertahankan identitas unik mereka.
South of Midnight adalah contoh game yang gak cuma jual gameplay, tapi juga atmosfer dan cerita. Art style-nya itu bener-bener one of a kind, kayak nonton film animasi berkualitas tinggi yang bisa lo kontrol sendiri.








