Upgimia
  • Home
  • Berita
    • PC
    • Playstation
    • Xbox
    • Switch
    • Mobile
  • Review
  • Side Quest
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • PC
    • Playstation
    • Xbox
    • Switch
    • Mobile
  • Review
  • Side Quest
No Result
View All Result
Upgimia
No Result
View All Result
Home Review

Review Samson: A Tyndalston Story

Jimmy by Jimmy
April 12, 2026
in Review
0 0
0
Samson: A Tyndalston Story
FacebookTwitterWhatsapp

Samson: A Tyndalston Story DEALS

  • Steam
    Rp206999 VIEW
  • Epic Games Store
    Rp206999 VIEW

Waktu pertama kali main Samson: A Tyndalston Story, gue nggak datang dengan ekspektasi setinggi langit. Justru sebaliknya—gue tahu ini bukan game AAA besar, dan itu yang bikin gue tertarik. Pendekatannya yang lebih fokus, lebih “padat”, dan mengutamakan intensitas dibanding luasnya konten terasa seperti angin segar di tengah game open-world yang sering kebanyakan filler.

Beberapa jam pertama, semuanya terasa cukup menjanjikan. Game ini langsung ngenalin sistem harian yang bikin setiap keputusan terasa penting. Lo harus mikir matang: mau fokus ke cerita atau cari duit dulu buat bayar utang. Ada tekanan yang konstan, dan itu bikin setiap misi terasa punya bobot. Di titik ini, gue benar-benar merasa game ini punya identitas yang kuat.

Gameplay Mulai Kehilangan Arah

Masalahnya mulai terasa ketika gue sudah cukup lama bermain. Sistem yang awalnya terasa fresh pelan-pelan mulai kehilangan daya tariknya. Combat yang sepenuhnya mengandalkan pertarungan jarak dekat awalnya terlihat unik dan cukup cinematic. Tapi semakin sering dipakai, semakin terasa kaku dan kurang responsif.

Dalam situasi satu lawan satu, semuanya masih bisa dinikmati. Tapi begitu musuh mulai banyak, pertarungan berubah jadi kekacauan. Animasi terasa tidak sinkron, kontrol kadang tidak responsif, dan sering kali gue sendiri nggak yakin apakah aksi yang gue lakukan benar-benar berjalan sesuai input. Bukannya merasa makin jago, gue justru merasa seperti sekadar bertahan di tengah sistem yang berantakan.

Di tengah semua itu, driving jadi salah satu hal yang sempat menyelamatkan pengalaman gue. Mobil-mobil di game ini punya rasa yang berat dan agak “liar”, seperti kendaraan tua yang susah dikendalikan. Anehnya, justru itu yang bikin seru.

Ada kepuasan tersendiri saat ngejar target atau nabrak kendaraan lain di jalanan kota yang suram itu. Tapi lagi-lagi, keseruan ini nggak bertahan lama. Kerusakan mobil yang terlalu cepat, AI yang kadang aneh, dan desain misi yang berulang membuat bagian ini ikut kehilangan pesonanya seiring waktu.

Tidak Ada Variasi

Semakin jauh gue bermain, semakin jelas bahwa game ini punya masalah besar dengan variasi. Hampir semua misi terasa sama. Mau itu misi utama atau sampingan, ujung-ujungnya selalu kembali ke pola yang sama.

Awalnya mungkin masih bisa ditoleransi, tapi setelah beberapa jam, rasa bosan mulai terasa. Tidak ada momen yang benar-benar mengejutkan atau berbeda. Bahkan bagian cerita yang seharusnya jadi highlight pun terasa seperti pengulangan dari aktivitas yang sudah sering gue lakukan sebelumnya.

Padahal, premisnya sebenarnya menarik. Kisah tentang utang, tekanan hidup, dan hubungan keluarga punya potensi emosional yang kuat. Tapi sayangnya, penyampaiannya terasa datar.

Dialognya sering terasa generik, karakter-karakternya kurang berkesan, dan konflik yang seharusnya terasa mendesak malah tidak benar-benar memberikan dampak emosional. Gue tetap mengikuti ceritanya, tapi bukan karena penasaran—lebih karena berharap ada sesuatu yang akhirnya bisa bikin semuanya terasa worth it.

Bug

Yang paling menguras kesabaran justru datang dari sisi teknis. Selama bermain, gue beberapa kali mengalami bug yang cukup mengganggu, mulai dari misi yang tidak bisa diselesaikan sampai performa yang tiba-tiba menurun.

Ada momen di mana kegagalan bukan karena kesalahan gue, tapi karena sistem game yang bermasalah. Hal seperti ini cukup sering terjadi, dan lama-lama membuat pengalaman bermain terasa lebih melelahkan daripada menyenangkan.

Di balik semua kekurangan itu, ada satu hal yang menurut gue berhasil dieksekusi dengan baik: atmosfer kota Tyndalston. Kota ini terasa kotor, suram, dan penuh rasa putus asa—dan itu justru jadi kekuatan utamanya.

Lingkungannya berhasil menyampaikan cerita tanpa harus banyak bicara. Ada identitas yang terasa kuat, sesuatu yang membuat dunia game ini tetap menarik untuk dilihat, meskipun aktivitas di dalamnya kurang bervariasi.

Kesimpulan

Samson: A Tyndalston Story adalah game yang punya ide menarik dan pendekatan yang berbeda, terutama dalam menciptakan tekanan melalui sistem harian dan manajemen sumber daya. Di awal, semuanya terasa menjanjikan dan cukup segar.

Namun, seiring waktu, berbagai masalah mulai muncul—mulai dari repetisi, combat yang kurang halus, hingga gangguan teknis yang cukup mengganggu. Potensi yang ada terasa seperti tidak sepenuhnya diwujudkan.

Pada akhirnya, ini adalah pengalaman yang sempat membuat penasaran, tapi tidak cukup kuat untuk benar-benar meninggalkan kesan mendalam.

The Review

Samson: A Tyndalston Story

6.2 Score

Game ini punya fondasi yang menarik, tapi terlalu banyak masalah di eksekusi—terutama repetisi dan teknis—yang bikin potensinya nggak maksimal.

PROS

  • Konsep gameplay yang unik & beda
  • Atmosfer kota Tyndalston kuat
  • Driving cukup enjoyable di awal
  • Ada momen intens yang berhasil

CONS

  • Repetitif banget
  • Combat kurang solid & terasa kacau
  • Cerita dan karakter kurang kuat
  • Bug cukup mengganggu
  • Desain misi kurang variatif

Review Breakdown

  • Gameplay 0
  • Grafis & Atmosfer 0
  • Audio 0
  • Cerita 0
  • Replay Value 0
  • Performa & Teknis 0

Samson: A Tyndalston Story DEALS

We collect information from many stores for best price available

Best Price

Rp206999
  • Steam
    Rp206999 Buy Now
  • Epic Games Store
    Rp206999 Buy Now
Tags: Samson: A Tyndalston Story
Previous Post

Fantasy Life i: The Girl Who Steals Time Siap Menuju Android & iOS dengan Fitur Cross-Save!

Next Post

Fix Rilis 10 Juni! Genshin Impact Resmi Perkenalkan Lohen: DPS Cryo Brutal Anggota Hexerei!

Jimmy

Jimmy

Jimmy merupakan penulis sekaligus pendiri Upgimia.com. Saya menyukai beberapa game FPS seperti Valorant, PUBG, CSGO.. Dan di waktu luang saya juga suka memainkan game lainnya seperti game petualangan GOW Ragnarok, Expedition 33, Persona series. Game terbaik bagi saya saat ini adalah Expedition 33, Personal 5 Royal, dan DRAGON QUEST XI Echoes of an Elusive Age S (Yapp pada dasarnya saya menyukai game turn-based)

Related Posts

review 007 First Light
Review

Review 007 First Light

review game forza horizon 6
Review

Review Forza Horizon 6

Review game REPLACED
Review

Review REPLACED

Next Post
Genshin Impact Umumkan Lohen Rilis 10 Juni 2026! DPS Cryo Baru Siap Guncang Meta

Fix Rilis 10 Juni! Genshin Impact Resmi Perkenalkan Lohen: DPS Cryo Brutal Anggota Hexerei!

  • Trending
  • Latest
God of War: Laufey Resmi Diumumkan

Faye Hidup Lagi?! Game Baru ‘God of War: Laufey’ Resmi Diumumkan, Pamer 20 Menit Gameplay yang Mind-Blowing!

Juni 4, 2026
Silent Hill: Townfall Hadir September 2026

Pindah Lokasi dan Pakai Sudut Pandang FPS! Silent Hill: Townfall Resmi Umumkan Tanggal Rilis September Ini!

Juni 4, 2026
Until Dawn 2 Resmi Diumumkan

Siap-Siap Senam Jantung! Until Dawn 2 Resmi Diumumkan dengan Pilihan yang Makin Brutal dan Mematikan!

Juni 4, 2026
Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Rilis Februari 2027

Siap Petualangan Lagi! Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Rilis Februari 2027, Ada Bonus Kostum Klasik Lara Croft!

Juni 4, 2026
Silent Hill: Townfall Hadir September 2026

Pindah Lokasi dan Pakai Sudut Pandang FPS! Silent Hill: Townfall Resmi Umumkan Tanggal Rilis September Ini!

Juni 4, 2026
God of War: Laufey Resmi Diumumkan

Faye Hidup Lagi?! Game Baru ‘God of War: Laufey’ Resmi Diumumkan, Pamer 20 Menit Gameplay yang Mind-Blowing!

Juni 4, 2026
Until Dawn 2 Resmi Diumumkan

Siap-Siap Senam Jantung! Until Dawn 2 Resmi Diumumkan dengan Pilihan yang Makin Brutal dan Mematikan!

Juni 4, 2026
Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Rilis Februari 2027

Siap Petualangan Lagi! Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Rilis Februari 2027, Ada Bonus Kostum Klasik Lara Croft!

Juni 4, 2026
Upgimia

© Copyright Upgimia 2026. All rights reserved.

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Tim Redaksi
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • PC
    • Playstation
    • Xbox
    • Switch
    • Mobile
  • Review
  • Side Quest

© Copyright Upgimia 2026. All rights reserved.