Setelah lama dinanti, Metro 2039 akhirnya resmi diperkenalkan oleh 4A Games. Ini menjadi seri utama terbaru sejak rilisnya Metro Exodus pada 2019, sekaligus menandai kembalinya franchise Metro ke akar gameplay yang dicintai fans.
Namun pengumuman Metro 2039 bukan cuma soal game baru. Ada cerita jauh lebih dalam di balik pengembangannya. 4A Games mengungkap bahwa invasi Rusia ke Ukraina mengubah arah proyek ini secara drastis. Banyak anggota tim developer tetap bekerja di tengah kondisi perang, pemadaman listrik, perpindahan tempat tinggal, hingga ketidakpastian hidup sehari-hari.
Akibat pengalaman nyata itu, Metro 2039 berkembang menjadi game yang jauh lebih personal dan emosional dibanding seri sebelumnya. Jika dulu Metro banyak bicara soal mencegah perang, kini fokusnya bergeser ke bagaimana rasanya bertahan hidup di tengah perang dan menghadapi konsekuensi kebebasan yang mahal.
Dari sisi setting, Metro 2039 membawa pemain kembali ke lorong bawah tanah Moscow Metro. Setelah Metro Exodus membawa pemain ke dunia semi-open world, seri baru ini memilih kembali ke suasana claustrophobic, gelap, dan penuh tekanan yang jadi ciri khas franchise.
Pemain akan mengendalikan protagonis baru bernama The Stranger, karakter bersuara penuh yang sebenarnya ingin meninggalkan kehidupan Metro, namun justru terseret kembali ke dalam kekacauan. Kali ini, berbagai faksi yang dulu saling berseteru dikabarkan telah disatukan di bawah rezim fasis, membuat dunia Metro terasa lebih kelam dan menindas.
Untuk gameplay, Metro 2039 tetap mempertahankan identitas seri ini: resource terbatas, senjata yang harus dirawat, dan tiap peluru punya nilai penting. Bahkan menembak sembarangan bisa jadi keputusan fatal jika perlengkapan lo tidak siap. Monster klasik seperti Nosalis juga kembali untuk menambah rasa takut dan tekanan saat eksplorasi.
4A Games juga menekankan elemen environmental storytelling. Setiap lokasi dirancang sebagai “kisah beku”, di mana pemain bisa memahami tragedi dan kehidupan penghuni sebelumnya hanya dari lingkungan sekitar, tanpa banyak dialog.
Secara visual, game ini tetap memakai engine milik 4A Games yang kini makin canggih, dengan peningkatan lighting dan ray tracing yang lebih realistis.
Metro 2039 bakal jadi game yang paling emosional di serinya. Melihat gimana 4A Games tetap konsisten bikin mahakarya di tengah kondisi perang asli di negara mereka, itu bener-bener gila! Gue pribadi kangen banget sama atmosfir mencekam di dalam terowongan yang gelap, dan keputusan buat balik ke linear survival menurut gue langkah yang tepat buat ngejar kualitas horornya.








