Sejak diumumkan di gamescom 2025, Lego Batman: Legacy of the Dark Knight langsung jadi bahan diskusi panas. Bukan soal grafis atau gameplay—tapi karena jumlah karakter playable-nya yang cuma tujuh saat rilis.
Buat yang sudah terbiasa dengan game Lego penuh ratusan karakter unlockable dari DC, Marvel, sampai Star Wars, angka ini jelas bikin kaget. Tapi developer TT Games bilang, ada alasan kuat di balik keputusan ini.
Bukan Sedikit, Tapi Lebih Dalam
Roster awalnya terdiri dari:
- Batman
- Robin
- Nightwing
- Batgirl
- Jim Gordon
- Talia Al Ghul
- Catwoman
Alih-alih mengejar kuantitas, TT Games memilih fokus ke kualitas dan diferensiasi gameplay tiap karakter.
Menurut Jonathan Smith dari tim pengembang, kali ini tiap karakter bakal punya journey dan progression yang lebih terasa. Artinya, bukan cuma skin beda—tapi skill tree, ability, dan gaya bertarung yang benar-benar unik.
Batman misalnya tetap bisa pakai batarang dan grapple buat combat serta puzzle solving. Sementara Catwoman punya whip lincah dan bahkan bisa manggil kucing-kucingnya lewat laser pointer. Dan yes, kamu bisa kontrol kucing itu buat masuk ventilasi kecil atau distraksi guard dengan “meow” lucu.
Ini bukan sekadar reskin. Ini build yang beda-beda.
Combat Lebih Arkham Vibes?
Yang bikin hype naik, sistem combat disebut terinspirasi dari seri Arkham ala Rocksteady—combo-based dan lebih dinamis dibanding Lego klasik sebelumnya.
Artinya, meta pertarungan bisa jadi lebih skill-based dan nggak cuma spam tombol. Tapi tenang, buat fans lama yang suka koleksi, game ini tetap menyediakan lebih dari 100 suit berbeda yang bisa dikumpulkan.
Jadi meskipun karakter playable-nya cuma tujuh, variasi kostum tetap bikin Batcave penuh warna dan bikin completionist tetap punya alasan grinding.
Keputusan memangkas roster jadi tujuh karakter jelas berani. Game Lego sebelumnya identik dengan ratusan unlockable hero dan villain. Tapi pendekatan baru ini terasa seperti reboot arah desain—lebih fokus, lebih dalam, dan mungkin lebih cinematic.
Kalau eksekusinya tepat, ini bisa jadi Lego Batman paling solid secara gameplay. Tapi kalau depth-nya nggak cukup terasa, fans bisa merasa kehilangan elemen “koleksi besar-besaran” yang jadi ciri khas.
Fokus pada karakter inti Bat-family dengan gameplay lebih mendalam terdengar menjanjikan—apalagi kalau combat benar-benar terasa Arkham-style.
Memang, tujuh karakter terdengar minim di atas kertas. Tapi kalau setiap karakter benar-benar punya identitas kuat dan progression meaningful, kualitas bisa mengalahkan kuantitas.








