Industri game memang penuh kejutan. Setelah proyek MMO ambisius mereka dibatalkan dan terkena gelombang PHK dari Microsoft, sejumlah mantan developer ZeniMax Online Studios kini kembali dengan proyek baru yang jauh berbeda dari ekspektasi banyak orang.
Studio independen Sackbird Studios resmi mengumumkan game terbaru mereka yang berjudul Hijinks High, sebuah game co-op online yang mengajak pemain menjadi murid paling usil dan paling merepotkan di sekolah.
Jika biasanya game sekolah berfokus pada belajar, berteman, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, Hijinks High justru mengambil arah yang benar-benar berbeda. Tujuan utama pemain di sini adalah menciptakan kekacauan sebanyak mungkin selama jam sekolah berlangsung.
Jadi Murid Paling Bandel di Sekolah
Dalam Hijinks High, pemain dapat bermain bersama hingga lima teman lainnya dalam mode co-op online.
Misi utama kalian bukan menyelamatkan dunia, mengalahkan monster, atau menjadi pahlawan. Sebaliknya, pemain ditantang untuk menjadi “menace”, alias biang kerok terbesar di sekolah.
Sepanjang permainan, berbagai misi acak akan muncul dan mendorong pemain melakukan berbagai aksi konyol yang berpotensi membuat sekolah menjadi kacau balau.
Mulai dari memasang jebakan, menjalankan tantangan aneh, hingga melakukan berbagai aksi iseng yang membuat hari sekolah berubah menjadi penuh kekacauan.
Salah satu hal paling unik dari Hijinks High adalah sistem kebutuhan tubuh yang cukup nyeleneh.
Karakter pemain harus memperhatikan berbagai kondisi fisik seperti kebutuhan ke toilet, sakit perut, hingga gegar otak akibat kecelakaan saat menjalankan tantangan tertentu.
Bahkan, beberapa tantangan berisiko menyebabkan cedera yang mengharuskan karakter dibawa ke rumah sakit.
Menurut deskripsi resmi game, pemain juga bisa menumpuk berbagai penyakit dan kondisi tertentu hingga membuat sebagian area sekolah menjadi sulit digunakan. Tentu saja, semua itu dikemas dengan nuansa humor yang menjadi identitas utama game ini.
Yang membuat Hijinks High semakin menarik adalah latar belakang tim pengembangnya.
Sackbird Studios didirikan oleh sejumlah mantan developer ZeniMax Online Studios, studio yang sebelumnya berada di bawah Microsoft dan dikenal sebagai pengembang MMO populer.
Sebelum studio ini berdiri, para developer tersebut sebenarnya sedang mengerjakan proyek MMO ambisius bernama Project Blackbird.
Game tersebut digambarkan sebagai perpaduan antara Cyberpunk 2077 dan Destiny, dan sempat menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan di internal studio.
Sayangnya, Microsoft memutuskan untuk membatalkan Project Blackbird pada tahun 2025 sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang juga menyebabkan banyak karyawan kehilangan pekerjaan.
Setelah kejadian tersebut, beberapa developer memutuskan membentuk Sackbird Studios dan mulai mengembangkan proyek mereka sendiri tanpa campur tangan investor eksternal.
Chief Creative Officer Sackbird Studios, David Worley, menjelaskan bahwa setelah bertahun-tahun bekerja di industri AAA, mereka ingin memiliki kebebasan untuk mengambil risiko kreatif tanpa harus menunggu persetujuan dari pihak korporasi.
Studio ini juga mengungkapkan bahwa mereka sepenuhnya dimiliki dan didanai oleh para karyawannya sendiri.
Menurut mereka, tujuan utama Sackbird adalah menciptakan pengalaman bermain yang berani, berfokus pada karakter, dan bebas dari kompromi bisnis yang sering terjadi dalam pengembangan game skala besar.
Saat ini, Hijinks High sudah bisa dimasukkan ke wishlist melalui Steam dan Epic Games Store. Namun, tim pengembang masih belum mengumumkan jadwal rilis maupun harga resminya.










