Kabar mengejutkan datang dari salah satu visual novel paling ikonik. Doki Doki Literature Club resmi ditarik dari Google Play Store sejak 8 April, dan alasannya cukup kontroversial.
Menurut publisher Serenity Forge, penghapusan ini terjadi karena game tersebut dianggap melanggar aturan Google terkait “konten dengan tema sensitif.” Padahal, banyak pemain justru mengenal DDLC sebagai game yang berani mengangkat isu kesehatan mental dengan cara yang kuat dan emosional.
Buat yang belum pernah main, Doki Doki Literature Club awalnya terlihat seperti game romance anime biasa di sekolah. Tapi jangan salah—ceritanya dengan cepat berubah jadi pengalaman psikologis yang gelap, penuh twist, dan bahkan “mematahkan” ekspektasi pemain lewat pendekatan meta yang unik.
Justru karena itulah game ini jadi cult hit sejak rilis tahun 2017. Banyak pemain merasa terhubung secara emosional dengan ceritanya, bahkan menganggapnya sebagai salah satu game yang paling berkesan di genre horror.
Menariknya, sebelum dihapus, versi Android dari game ini punya rating hampir sempurna dengan puluhan ribu review positif. Dan yang bikin makin membingungkan, DDLC masih tersedia di platform lain seperti Nintendo Switch, PlayStation, Xbox, iOS, dan PC.
Situasi ini langsung memicu spekulasi di kalangan fans. Ada yang menganggap ini bagian dari tren sensor yang makin ketat di platform digital, terutama untuk konten yang dianggap sensitif. Tapi ada juga yang berpikir ini hanya kesalahan dari pihak Google.
Untuk sekarang, Serenity Forge masih berusaha agar game ini bisa kembali ke Google Play Store. Jadi belum tentu ini keputusan final.
DDLC itu memang game horor yang berat, tapi dia punya peringatan konten (content warning) yang sangat jelas sejak awal permainan. Menghapus game yang sudah membantu banyak orang memahami isu kesehatan mental cuma karena “tema sensitif” itu rasanya kurang adil, apalagi game ini sudah lulus sensor di platform ketat kayak PlayStation dan Nintendo.








