Kalau lo pikir farming simulator cuma soal tanam dan panen santai, game ini bakal langsung mematahkan ekspektasi itu. Crop resmi diumumkan sebagai game farming dengan sentuhan thriller dan horor—dan dari awal saja, suasananya sudah terasa gak biasa.
Game ini dibuka dengan adegan yang cukup disturbing. Karakter lo terbangun dalam kondisi kacau di tengah hutan gelap, sebelum akhirnya tiba di sebuah desa terpencil yang terisolasi karena badai besar. Warga desa yang kehabisan makanan memaksa lo untuk mengelola sebuah farm tua demi bertahan hidup.
Dan ya… salah satu “tutorial” pertama di game ini adalah menggali tanah untuk mengubur pemilik farm sebelumnya.
Di balik konsep farming-nya, gameplay Crop terasa jauh lebih berat dan realistis. Setiap aksi membutuhkan energi dan waktu, jadi lo harus benar-benar mengatur aktivitas dengan hati-hati. Tidur lebih awal bisa berarti stamina lebih banyak besok, tapi juga mengorbankan progres hari itu.
Aktivitas sehari-hari seperti menanam, membuat pupuk, menyiram tanaman, hingga mengatasi hama tetap ada, tapi semuanya terasa lebih “berat” dan penuh tekanan. Bahkan hal kecil seperti rumput liar atau penyakit tanaman bisa berdampak besar ke hasil panen dan ekonomi lo.
Seiring progres, area farm bakal berkembang dan membuka wilayah baru, bahkan ada elemen otomatisasi untuk membantu pekerjaan. Tapi yang bikin beda, atmosfer game ini sengaja dibuat suram—warna-warna gelap, detail lingkungan seperti lumpur di sepatu, dan animasi kecil bikin dunia terasa hidup… sekaligus tidak nyaman.
Namun, inti dari Crop bukan cuma farming. Di balik semua aktivitas itu, ada misteri besar yang perlahan terungkap. Desa ini dipenuhi karakter dengan niat yang gak jelas, mulai dari polisi lokal yang mencoba menyelidiki, sampai sosok misterius yang memberi petunjuk soal hal-hal paranormal.
Semua petunjuk cerita dikumpulkan lewat sistem “Mind Roots”, semacam peta investigasi yang menghubungkan kejadian, karakter, dan misteri yang belum terpecahkan. Lo juga harus membagi waktu antara bertahan hidup di farm dan mencari jawaban tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan durasi campaign sekitar 15 jam, Crop terlihat seperti perpaduan antara farming sim, survival, dan psychological thriller dalam satu paket yang cukup unik.
Game ini direncanakan rilis untuk PC terlebih dahulu, dengan versi console menyusul. Saat ini masih dalam tahap alpha, dengan target rilis penuh kemungkinan di akhir tahun ini atau awal 2027.
Menggabungkan mekanik farming sim yang bikin ketagihan dengan atmosfir horor psikologis ala Lovecraft itu jenius banget. Mengingat 11 bit Studios yang nerbitin, gue yakin ceritanya bakal punya bobot moral yang berat, mirip-mirip This War of Mine.








