Setelah sukses dengan petualangan emosional pertamanya, Planet of Lana II: Children of the Leaf kembali unjuk gigi lewat developer diary terbaru.
Studio Wishfully Studios membagikan detail bagaimana sekuel ini berevolusi—baik dari sisi cerita maupun gameplay. Dan dari yang terlihat, ini bukan sekadar lanjutan biasa.
Cerita kembali membawa kita ke planet Novo, tapi kali ini dalam situasi yang lebih genting. Muncul kelompok baru bernama Dijinghala, yang memanfaatkan teknologi canggih untuk mengeksploitasi sumber daya alam dan merusak ekosistem.
Lana, bersama sahabat setianya Mui—makhluk kecil hitam mirip kucing—terpaksa kembali beraksi ketika cucunya, Anua, terjebak dalam sistem baru yang opresif.
Vibenya terasa lebih berat. Stakes lebih tinggi. Dan konflik tidak lagi sekadar bertahan hidup, tapi soal masa depan generasi berikutnya.
Dari sisi gameplay, sekuel ini terlihat naik level:
Kolaborasi Lana & Mui ditingkatkan
Sekarang pemain bisa mengarahkan Mui dengan presisi lebih tinggi, bikin puzzle terasa lebih kompleks dan strategis. Meta solving jelas bakal lebih dalam.
Gerakan Lana lebih responsif
Lana kini lebih gesit, lari lebih cepat, dan kontrol terasa lebih halus. Buat game puzzle-platformer, fluiditas seperti ini penting banget.
Underwater exploration
Ini fitur baru yang langsung mencuri perhatian. Lana bisa menyelam dan menjelajahi lautan Novo. Artinya, desain level bakal jauh lebih vertikal dan variatif.
Kemampuan hipnosis Mui
Mui sekarang bisa mengendalikan makhluk kecil lain seperti “inkfish” untuk membuka jalan atau menciptakan distraksi. Elemen stealth dan puzzle jadi makin kreatif.
Visual Tetap Jadi Senjata Utama
Gaya visual hand-painted khas seri ini masih jadi daya tarik besar. Trailer menampilkan berbagai biome—pegunungan bersalju, pulau tropis, hutan gelap, hingga kota runtuh yang ditelan alam.
Secara art direction, ini masih terasa seperti film animasi interaktif. Atmosfernya kuat dan emosional.
Game ini dijadwalkan rilis pada 5 Maret 2026.
Planet of Lana pertama dikenal karena storytelling yang tenang tapi menyentuh. Dari trailer ini, sekuelnya terlihat lebih berani—baik dari sisi mekanik maupun skala dunia.
Penambahan underwater exploration dan kemampuan baru Mui menunjukkan evolusi nyata, bukan sekadar ekspansi konten. Kalau pacing dan puzzle design tetap solid, ini bisa jadi salah satu indie paling kuat tahun 2026.








