Square Enix akhirnya mewujudkan impian banyak penggemar JRPG. Dalam Nintendo Direct Juni 2026, perusahaan tersebut resmi mengumumkan Final Fantasy Resonance, game HD-2D pertama dalam sejarah franchise Final Fantasy.
Game ini dijadwalkan rilis pada 22 Oktober 2026 untuk PlayStation, Xbox, PC, Nintendo Switch, dan Nintendo Switch 2. Pengumuman tersebut langsung menarik perhatian para penggemar, terutama karena visual yang ditampilkan mengingatkan pada gaya HD-2D populer yang sebelumnya sukses digunakan dalam seri seperti Octopath Traveler.
Namun, ada satu fakta menarik yang membuat Final Fantasy Resonance berbeda dari yang dibayangkan banyak orang.
Alih-alih menjadi cerita yang sepenuhnya baru, Resonance ternyata mengambil inspirasi dari Final Fantasy: Brave Exvius, game mobile yang sempat populer sebelum akhirnya menutup layanannya. Meski begitu, Square Enix menegaskan bahwa game ini bukan sekadar port, remake, ataupun remaster dari Brave Exvius.
Menurut informasi resmi yang dibagikan pengembang, Resonance menggunakan cerita season pertama Brave Exvius sebagai fondasi utama, lalu membangun ulang hampir seluruh pengalaman bermainnya. Berbagai elemen dari cerita lain dalam Brave Exvius juga ikut dimasukkan, ditambah sejumlah konten dan alur cerita baru yang dibuat khusus untuk game ini.
Hasilnya adalah sebuah petualangan baru yang masih memiliki akar dari Brave Exvius, tetapi hadir sebagai game yang berdiri sendiri.
Dari trailer yang diperlihatkan, Final Fantasy Resonance juga membawa sistem pertarungan turn-based baru yang terlihat cukup menjanjikan. Salah satu fitur utamanya adalah sistem Vision, yang memungkinkan pemain memperoleh kemampuan dan job baru melalui karakter-karakter ikonik dari franchise Final Fantasy.
Selain itu, Resonance juga menghadirkan banyak elemen yang tidak pernah ada di Brave Exvius. Pemain akan dapat menjelajahi overworld baru, menggunakan Chocobo untuk bepergian, menerbangkan Airship, hingga menikmati 33 lagu baru yang dibuat khusus untuk game ini.
Dari sisi visual, Square Enix tampaknya tidak hanya mengandalkan formula HD-2D standar. Mereka menggunakan teknologi khusus yang mengubah model 3D menjadi tampilan pixel art modern untuk berbagai adegan sinematik. Hasilnya adalah visual yang tetap mempertahankan nuansa klasik Final Fantasy, tetapi terlihat jauh lebih hidup dan sinematik dibandingkan game pixel art tradisional.
Sementara itu, beberapa elemen penting seperti summon dan kemampuan karakter legendaris akan ditampilkan menggunakan grafis 3D penuh, menciptakan perpaduan unik antara gaya retro dan teknologi modern.
Bagi para penggemar lama, Resonance juga dipenuhi berbagai referensi dari seri Final Fantasy sebelumnya. Melalui sistem Vision, pemain dapat menggunakan kekuatan karakter-karakter legendaris seperti:
- Warrior of Light (Final Fantasy I)
- Terra (Final Fantasy VI)
- Cloud (Final Fantasy VII)
- Zidane (Final Fantasy IX)
- Shantotto (Final Fantasy XI)
- Y’shtola (Final Fantasy XIV)
Kehadiran karakter-karakter ikonik tersebut tentu menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pemain yang sudah mengikuti perjalanan franchise Final Fantasy selama puluhan tahun.
Sangat disayangkan ketika sebuah game mobile dengan jalinan cerita dan karakter yang solid harus hilang begitu saja saat servernya ditutup. Dengan merombaknya menjadi game single-player premium di konsol, lengkap dengan eksplorasi overworld, Chocobo, dan mekanik turn-based yang matang, Final Fantasy Resonance berpotensi besar menjadi salah satu game HD-2D terbaik Square Enix bersanding dengan Octopath Traveler atau Triangle Strategy.












