Kalau kalian suka game dengan cerita emosional dan suasana yang kuat, WILL: Follow The Light mungkin wajib masuk radar. Game terbaru dari TomorrowHead Studio ini resmi dirilis dan langsung mencuri perhatian lewat trailer launch-nya yang penuh nuansa dingin, sunyi, sekaligus menyentuh.
Di balik visual lautan es dan badai brutal di Arctic, WILL: Follow The Light sebenarnya membawa cerita yang cukup berat. Game ini berfokus pada seorang ayah yang melakukan perjalanan berbahaya demi mencari putranya yang hilang.
Namun perjalanan tersebut bukan sekadar soal bertahan hidup di tengah cuaca ekstrem. Sepanjang petualangan, pemain juga akan diajak melihat hubungan rumit antara ayah dan anak—termasuk bagaimana hubungan itu bisa semakin dekat atau justru perlahan menjauh seiring waktu.
Tema seperti ini memang cukup emosional, tapi dari trailer yang diperlihatkan, game ini tampaknya mencoba menyampaikan semuanya dengan cara yang lebih personal dan menyentuh.
Dalam game ini, pemain akan menjelajahi berbagai lokasi bersalju seperti pegunungan es, laut beku, hingga kota kecil yang terasa sunyi dan dingin.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian di trailer adalah adegan mengendarai sled melintasi hamparan salju luas. Selain itu, ada juga adegan kapal layar kecil yang berusaha bertahan di tengah badai laut yang ganas.
Atmosfernya terasa sangat kuat—campuran antara keindahan alam dan rasa kesepian yang terus menghantui sepanjang perjalanan.
Meski punya elemen eksplorasi dan bertahan hidup, WILL: Follow The Light tampaknya lebih fokus pada cerita dan pengalaman emosional dibanding aksi.
Game ini mencoba membawa pemain masuk ke perjalanan batin karakter utamanya, sambil perlahan membuka hubungan keluarga yang penuh penyesalan dan harapan.
WILL: Follow The Light kini sudah tersedia untuk PS5, Xbox Series X/S, dan PC.
Perpaduan antara mekanik navigasi kapal yang teknis dengan narasi emosional ala indie darling adalah kombinasi yang jarang gagal. TomorrowHead Studio sepertinya bener-bener ingin kasih pengalaman yang kontras: dinginnya cuaca Arktik melawan hangatnya kenangan antara ayah dan anak.








