Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection DEALS
Jujur aja, gue masuk ke Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection tanpa ekspektasi yang terlalu tinggi. Di kepala gue, ini “cuma” spin-off dari seri Monster Hunter yang biasanya fokus ke hunting. Tapi ternyata… ini game yang diam-diam nyedot waktu banget.
Awalnya gue cuma pengen coba sebentar. Satu jam, dua jam. Eh, tiba-tiba udah malam.
Dari Pemburu Jadi Ranger
Hal pertama yang langsung kerasa beda adalah peran kita. Kali ini kita bukan hunter yang motong ekor monster buat dijadiin armor, tapi seorang Ranger yang justru hidup berdampingan sama mereka.
Ada sesuatu yang “klik” di sini. Nggak cuma sekadar ganti istilah, tapi cara kita melihat dunia game-nya juga berubah. Monster yang biasanya jadi target, sekarang malah jadi partner.
Cerita game ini juga cukup serius. Konflik antara dua kerajaan, Azuria dan Vermeil, ditambah fenomena misterius yang bikin monster jadi liar dan lingkungan rusak. Kita ada di tengah-tengah semua itu, berusaha cari solusi sebelum semuanya makin kacau.
Tapi walaupun temanya berat, penyampaiannya tetap terasa ringan ala anime. Interaksi antar karakter, dialog, bahkan momen santai di camp, bikin gue cukup ngerasa “dekat” sama tim yang kita bawa.
Walaupun jujur, nggak semua karakter langsung nempel di kepala. Ada beberapa yang lewat begitu saja. Tapi untuk perjalanan panjang seperti ini, dinamika timnya tetap terasa hidup.
Gameplay
Bagian yang paling bikin gue campur aduk itu combat-nya.
Di awal, gue sempat mikir: “Ini banyak banget sih sistemnya.”
Ada tipe serangan (Power, Speed, Technical), elemen, weapon type, target bagian tubuh, sampai combo sama Monstie. Belum lagi kita harus mikirin giliran, membaca pola musuh, dan memilih strategi yang tepat.
Beberapa jam pertama itu jujur agak overwhelming. Gue bahkan sempat asal pilih attack cuma buat “ya udah jalan dulu aja”.
Tapi makin lama, semuanya mulai masuk akal.
Dan di titik itu… justru jadi seru banget.
Setiap battle terasa seperti teka-teki kecil. Nggak bisa asal spam attack. Harus mikir. Harus baca musuh. Harus adaptasi. Dan ketika strategi kita berhasil — apalagi saat chaining combo bareng Monstie — rasanya satisfying banget.
Nyari Telur….
Kalau ada satu hal yang bikin game ini susah ditinggal, itu adalah loop gameplay-nya.
Awalnya simpel. Masuk ke sarang monster, ambil telur, tetasin, masukin ke tim. Tapi lama-lama jadi makin dalam.
Gue mulai milih monster bukan cuma karena desainnya keren, tapi karena elemen, skill, dan potensi build-nya. Terus ketemu sistem gene transfer, yang bikin kita bisa “ngoprek” Monstie biar sesuai gaya main.
Dan di situ semuanya berubah jadi… candu.
Belum lagi sistem ekosistem. Kita bisa melepas monster ke alam liar untuk memperkuat habitat, yang nantinya memunculkan monster baru, telur lebih langka, bahkan varian unik.
Ada satu momen gue cuma niat “explore sebentar”. Tiba-tiba udah muter map, cari telur, upgrade tim, dan… ya, lupa waktu lagi.
Dunia yang Luas & Visual yang Indah
Secara tampilan, game ini enak banget dilihat.
Style-nya anime, tapi dengan detail yang cukup rapi. Monster terlihat hidup, animasi combat keren, dan cutscene-nya kadang terasa seperti lagi nonton anime.
Ada beberapa momen di mana gue berhenti sebentar cuma buat lihat environment. Nggak selalu spektakuler, tapi cukup untuk bikin dunia game ini terasa punya karakter.
Walaupun gue menikmati game ini, bukan berarti semuanya sempurna.
Ada momen di mana sistemnya terasa terlalu banyak di awal. Nggak semua pemain bakal langsung nyaman dengan kompleksitasnya.
Cerita juga, walaupun menarik, kadang terasa seperti belum mencapai potensi maksimalnya. Tema besar seperti perang dan krisis lingkungan sudah ada, tapi eksekusinya belum sepenuhnya “nendang”.
Dan beberapa side quest terasa lebih seperti filler. Tetap berguna sih, tapi nggak selalu memorable.
Kesimpulan
Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection adalah game yang pelan-pelan “nangkep” lo tanpa terasa. Awalnya mungkin terasa kompleks dan sedikit overwhelming, tapi begitu semua sistemnya mulai nyambung, pengalaman bermainnya jadi sangat nagih. Loop mengumpulkan monster, membangun tim, dan menjelajahi dunia terasa kuat banget, didukung visual yang enak dilihat dan combat yang dalam. Memang ada beberapa kekurangan di pacing awal dan kekuatan cerita, tapi secara keseluruhan ini adalah salah satu monster collector paling solid yang bisa kamu mainkan sekarang — dan jujur, susah banget buat berhenti begitu sudah mulai.
The Review
Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection
Monster Hunter Stories 3 menawarkan gameplay yang dalam dan adiktif dengan sistem Monstie yang kuat, meskipun butuh waktu untuk benar-benar “klik” dan ceritanya belum sepenuhnya maksimal.
PROS
- Gameplay Loop Super Adiktif
- Setiap battle terasa strategis dan satisfying
- Bisa build tim sesuai gaya main
- Eksplorasi Dunia yang Seru
- Desain karakter dan monster enak dilihat
CONS
- Side Quest Cenderung Filler








