Planet of Lana II: Children of the Leaf DEALS
Waktu pertama kali main Planet of Lana, jujur gue nggak punya ekspektasi besar. Tapi setelah tamat, game itu malah jadi salah satu pengalaman indie yang paling memorable. Jadi ketika akhirnya lanjutannya muncul lewat Planet of Lana II: Children of the Leaf, rasanya kayak ketemu teman lama lagi.
Dan setelah menamatkan game ini? Rasanya tetap sama: petualangan yang tenang, indah, tapi juga penuh momen tegang yang bikin kita terus maju.
Petualangan Baru Lana Dimulai Lagi
Cerita Planet of Lana II langsung lanjut dari game pertama. Untungnya ada recap singkat di awal, jadi kalau kamu agak lupa detail ceritanya masih bisa langsung nyambung.
Kali ini Lana pergi menjelajah reruntuhan dunia lama bersama seorang anak dari desanya. Identitasnya sendiri agak ambigu — bisa jadi adiknya, keponakan, atau sekadar anak desa lain. Tapi justru hal kecil seperti ini yang bikin dunia Planet of Lana terasa unik.
Semua karakter di game ini berbicara dengan bahasa fiksi yang dibuat khusus untuk dunia mereka. Kedengarannya aneh, tapi ternyata justru bikin dunia game terasa lebih hidup dan misterius. Walaupun kita nggak ngerti kata-katanya, ekspresi karakter dan animasinya cukup kuat buat menyampaikan emosi mereka.
Masalah mulai muncul ketika teman manusia Lana melakukan keputusan yang… kurang pintar. Dia mendekati mineral aneh yang kelihatannya jelas berbahaya dan akhirnya keracunan. Classic video game logic.
Akhirnya Lana dikirim oleh tetua desa untuk mencari bahan obat yang bisa menyelamatkannya. Dari sinilah petualangan dimulai lagi.
Puzzle yang Santai Tapi Tetap Menantang
Gameplay Planet of Lana II masih mengusung formula puzzle-platformer seperti game pertama. Kamu bakal menjelajah berbagai biome, menghindari bahaya, dan memecahkan puzzle untuk terus maju.
Bedanya, sekarang Lana terasa lebih gesit dibanding sebelumnya. Gerakannya lebih dinamis dan traversal terasa lebih enak.
Teman setia Lana, Mui, juga punya peran lebih besar. Kali ini dia nggak cuma jadi companion lucu, tapi benar-benar membantu gameplay.
Beberapa kemampuan baru Mui antara lain:
- Mengaktifkan atau mematikan mesin
- Mengendalikan beberapa makhluk lokal
- Membantu membuka jalur atau menghindari predator
Kolaborasi antara Lana dan Mui jadi inti gameplay di sini. Banyak puzzle yang mengharuskan kamu mengatur timing dan posisi dengan tepat.
Kabar baiknya, puzzle di game ini terasa fair. Nggak terlalu gampang, tapi juga jarang bikin frustrasi. Biasanya kalau kamu sudah paham kemampuan Lana dan Mui, solusi puzzle bakal terasa cukup jelas.
Walaupun tampil dengan visual yang cantik dan atmosfer yang damai, dunia di Planet of Lana sebenarnya cukup brutal.
Lana bisa mati dengan mudah. Ada berbagai bahaya seperti:
- Monster karnivora aneh
- Senjata mekanis mematikan
- Bahkan… hiu listrik
Kontras antara visual yang indah dan ancaman mematikan ini justru jadi daya tarik tersendiri. Lana tetap terlihat polos dan optimis, meskipun dunia di sekitarnya sering terasa kejam.
Pertengahan Game Mulai Terasa Repetitif
Selama beberapa jam pertama, gameplay terasa segar. Puzzle kreatif, mekanik baru terus muncul, dan dunia terasa menarik untuk dijelajahi.
Tapi menjelang pertengahan hingga akhir game, mulai terasa pola yang berulang.
Misalnya:
- Lompat untuk aktifkan tuas
- Suruh Mui mematikan generator
- Hindari musuh
- Ulangi lagi
Setelah beberapa kali melakukan pola yang sama, sensasi “aha moment” dari puzzle mulai berkurang. Bukannya jelek, tapi terasa sedikit repetitif.
Ada juga beberapa bagian cerita yang kurang menggigit. Kadang justru karakter lain terlihat melakukan hal yang lebih menarik dibanding Lana sendiri, sampai sempat terlintas pikiran: “Wah, kayaknya seru juga kalau sesekali kita main dari sudut pandang karakter lain.”
Presentasi Visualnya Cakep Banget
Kalau ada satu hal yang benar-benar bersinar di game ini, itu adalah presentasi visualnya.
Dunia yang dibuat oleh developer Wishfully benar-benar memanjakan mata. Lanskapnya luas, warnanya hidup, dan tiap area terasa punya karakter sendiri.
Animasi karakter juga luar biasa ekspresif walaupun desainnya sederhana. Kita bisa langsung paham perasaan Lana hanya dari gerak tubuhnya.
Audio juga nggak kalah kuat. Sound design-nya halus tapi efektif, dan soundtrack-nya benar-benar membantu membangun rasa petualangan dan misteri sepanjang permainan.
Kesimpulan
Planet of Lana II: Children of the Leaf adalah sekuel yang layak untuk seri ini. Puzzle-nya kreatif, dunia gamenya indah, dan hubungan antara Lana dan Mui tetap jadi salah satu bagian paling charming dari pengalaman bermainnya. Memang ada sedikit repetisi di beberapa bagian, tapi secara keseluruhan game ini tetap menawarkan petualangan puzzle-platformer yang menyenangkan dan penuh atmosfer.
Kalau kamu suka game santai yang fokus ke eksplorasi, puzzle, dan storytelling visual, Planet of Lana II jelas worth untuk dimainkan. Dan jujur saja… setelah tamat, rasanya pengen lihat kelanjutan ceritanya lagi di game ketiga.
The Review
Planet of Lana II: Children of the Leaf
Planet of Lana II menawarkan dunia yang indah, puzzle yang solid, dan atmosfer petualangan yang kuat, meskipun sedikit repetitif di bagian akhir.
PROS
- Art Direction Sangat Indah
- Animasi Karakter Ekspresif
- Puzzle Kreatif dan Seimbang
- Gameplay Menarik
- Soundtrack dan Audio Berkualitas
CONS
- Puzzle Mulai Terasa Repetitif di Paruh Akhir
Planet of Lana II: Children of the Leaf DEALS
We collect information from many stores for best price available








