Ketika nama Final Fantasy VII disebut, kebanyakan gamer langsung membayangkan proyek remake ambisius dari Square Enix. Namun kali ini yang mendapat sorotan justru versi klasiknya—game legendaris rilisan 1997 yang kini hadir ulang dalam edisi terbaru di Steam.
Bukan remake. Bukan remaster besar-besaran. Melainkan versi original yang dipoles agar lebih relevan untuk standar PC modern.
Versi anyar ini resmi menggantikan edisi 2013 di Steam. Bagi pemain lama, kabar baiknya cukup jelas: siapa pun yang sudah memiliki versi 2013 akan otomatis mendapatkan edisi terbaru tanpa biaya tambahan. Kedua versi tetap tersimpan di library. Namun ada satu catatan penting—file save tidak bisa dipindahkan. Artinya, nostalgia harus dimulai dari awal.
Dilansir dari postingan aslinya, pembaruan ini membawa fitur-fitur yang sebelumnya sudah hadir di port konsol modern. Kini pemain PC bisa menikmati:
- Mode 3x Speed untuk mempercepat eksplorasi dan grinding
- Opsi mematikan random encounter
- Battle Enhancement (Limit gauge maksimal + pemulihan HP/MP saat battle)
- Fitur autosave
Secara teknis, ini membuat versi Steam akhirnya setara dengan port modern lainnya. Selama bertahun-tahun, edisi 2013 dikenal sebagai port PC yang terasa “tertahan di masa lalu”—bahkan sering dianggap kurang stabil dibanding versi konsol.
Dengan upgrade ini, Square Enix seperti menutup celah yang sudah terlalu lama dibiarkan.
Di tengah hype menuju penutup trilogi remake—yang dimulai dari Final Fantasy VII Remake dan berlanjut lewat Final Fantasy VII Rebirth—langkah ini terasa strategis.
Ada dua alasan utama.
Pertama, aksesibilitas. Tidak semua pemain baru ingin langsung masuk ke remake yang mengubah banyak aspek cerita dan gameplay. Versi original tetap menjadi fondasi naratif semesta FF7. Dengan fitur modern seperti speed boost dan battle assist, hambatan klasik JRPG 90-an kini jauh lebih ramah untuk generasi baru.
Kedua, momentum. Tahun ini, Square Enix sudah menggoda fans dengan janji update besar untuk kelanjutan trilogi. Spekulasi soal pengumuman Part 3 semakin kuat. Dalam konteks itu, menghidupkan kembali versi klasik terasa seperti mengingatkan publik: sebelum semua reinterpretasi modern, ada game legendaris yang membangun reputasinya.
Bahkan dengan segala keterbatasan visual poligonalnya, FF7 original tetap punya kekuatan atmosfer dan alur yang khas—sesuatu yang berbeda dari pendekatan cinematic remake.
Bagi kamu yang menyukai seri Final Fantasy, ini alasan sempurna untuk kembali ke Midgar dalam format yang lebih praktis. Bagi pemain baru, ini merupakan kesempatan untuk memahami kisah Cloud, Sephiroth, dan konflik Shinra tanpa harus memainkan versi jadul dengan desain RPG era 90-an.
Di era di mana remake dan remaster menjadi arus utama industri game, keputusan menghadirkan ulang versi klasik dengan sentuhan fitur modern adalah langkah yang cerdas. Tidak mengubah identitasnya, tetapi cukup fleksibel untuk mengikuti zaman.
Dan dengan roadmap besar Final Fantasy VII yang masih berjalan, jelas satu hal: Square Enix belum selesai dengan warisan terbesarnya.








