Kabar terbaru soal Dragon Quest XII mungkin akan membuat fans sedikit lega… sekaligus frustrasi. Setelah bertahun-tahun minim kabar, Square Enix akhirnya memberikan update resmi tentang kondisi pengembangan game tersebut.
Dan ternyata, development Dragon Quest XII mengalami masalah besar sampai tim memutuskan untuk “start from scratch” alias mulai ulang dari nol.
Informasi ini diumumkan langsung oleh produser Yosuke Saito dalam livestream anniversary ke-40 franchise Dragon Quest bersama kreator legendaris Yuji Horii.
Menurut Saito, tim developer mengalami banyak hambatan selama pengembangan versi awal game yang sebelumnya dikenal dengan subtitle The Flames of Fate. Karena itulah, tim akhirnya dirombak dan proses development di-restart total agar Dragon Quest XII bisa benar-benar menjadi game yang sesuai ekspektasi fans.
Bahkan logo dan subtitle lama juga dipastikan bakal diganti sepenuhnya.
Dalam pernyataannya, Saito mengatakan bahwa keputusan besar ini diambil setelah banyak diskusi dengan Yuji Horii mengenai seperti apa seharusnya game utama Dragon Quest modern dibuat.
Walaupun proses development sekarang disebut sudah berjalan lebih lancar setelah restrukturisasi tim, konsekuensinya jelas: Dragon Quest XII akan membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk dirilis.
Buat fans Dragon Quest, penantian ini memang sudah terasa sangat panjang. Game tersebut pertama kali diumumkan pada 2021, sementara seri utama terakhir franchise ini, Dragon Quest XI, rilis sejak 2017 lalu.
Awalnya, Dragon Quest XII sempat dipromosikan sebagai seri yang akan membawa nuansa lebih gelap dibanding game Dragon Quest sebelumnya, namun tetap mempertahankan sistem turn-based combat klasik.
Namun dari cuplikan terbaru versi reboot-nya, game ini kini terlihat kembali lebih dekat dengan identitas tradisional Dragon Quest: penuh warna cerah, monster unik bergaya khas, dan desain karakter ala mendiang Akira Toriyama.
Musik dari komposer kontroversial Koichi Sugiyama juga masih akan digunakan dalam proyek tersebut.
Masalah development Dragon Quest XII sendiri sebenarnya sudah cukup lama terdengar di balik layar. Pada 2024, Square Enix bahkan memindahkan produser utama Dragon Quest saat itu, Takashi Kiryu, ke divisi mobile gaming di tengah penundaan panjang proyek tersebut.
Situasi ini juga terjadi di saat Square Enix sedang mencoba mengubah strategi perusahaan mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, publisher tersebut mulai mengurangi jumlah rilisan “biasa saja” dan lebih fokus pada proyek-proyek besar dengan kualitas tinggi.
Sementara Dragon Quest XII masih jauh dari rilis, fans setidaknya masih mendapatkan berbagai remake dan remaster seri Dragon Quest lama yang sejauh ini mendapatkan respon cukup positif.
Keputusan Square Enix untuk membuang konsep awal dan mengulang kembali pengembangan Dragon Quest 12 dari nol adalah langkah yang sangat berani sekaligus pahit bagi para fans yang sudah menanti sejak tahun 2017. Tapi jujur, melihat mereka kembali ke estetika warna cerah khas goresan mendiang Akira Toriyama justru membuat gue bernapas lega, karena identitas utama Dragon Quest itu memang terletak pada dunianya yang ajaib dan penuh fantasi, bukan dipaksa menjadi terlalu gelap atau edgy.








