Pasar GPU mulai memanas lagi, dan kali ini datang dari China. Lisuan Tech dikabarkan berhasil menjual 30 ribu unit kartu grafis Lisuan Tech LX 7G100 hanya dalam waktu 48 jam setelah perilisannya di pasar Asia.
Angka tersebut langsung menghabiskan batch pertama stok peluncuran GPU yang dirancang untuk gaming 1080p dengan dukungan native DirectX 12.
Walaupun performanya disebut masih berada di bawah GPU modern milik NVIDIA, AMD, dan Intel, hasil benchmark sintetis seperti 3DMark menunjukkan skor yang cukup menarik, bahkan disebut setara dengan GeForce RTX 3060.
Pengiriman batch pertama dijadwalkan dimulai dalam beberapa hari ke depan, sementara distribusi gelombang kedua akan dimulai pada 18 Juni.
Yang menarik, Lisuan Tech tampaknya belajar dari kegagalan banyak GPU buatan China sebelumnya yang terkenal bermasalah di sisi driver. Untuk menghindari reputasi buruk tersebut, perusahaan ini sudah mendapatkan sertifikasi resmi Windows WHQL dari Microsoft melalui driver package v29.0.2260.76.
Bahkan gamer yang membeli GPU ini juga mendapatkan panduan khusus berisi setting optimal untuk lebih dari 40 game populer, termasuk Cyberpunk 2077, Black Myth: Wukong, dan Grand Theft Auto V.
Namun ada satu detail yang cukup menarik perhatian.
Berdasarkan panduan resmi tersebut, LX 7G100 ternyata sangat bergantung pada teknologi upscaling seperti FidelityFX Super Resolution (FSR) dan frame generation milik AMD untuk menjaga performa tetap stabil di game berat.
Tanpa bantuan teknologi tersebut, GPU ini dikabarkan kesulitan menjalankan game modern dengan frame rate yang konsisten. Beberapa game berat seperti Horizon Forbidden West dan Stellar Blade bahkan membutuhkan frame interpolation agar gameplay tetap lancar.
Strategi ini mengingatkan banyak orang pada awal kemunculan lini GPU Intel Arc Alchemist yang juga sempat mengalami berbagai masalah driver dan optimisasi sebelum akhirnya membaik lewat update software.
Bedanya, Lisuan Tech tampaknya memilih fokus langsung ke game modern dengan memanfaatkan teknologi open-source yang sudah tersedia dari kompetitor untuk menutupi keterbatasan performa hardware mereka.
Meski performa mentahnya belum mampu menyaingi GPU mainstream dari Amerika, tingginya angka penjualan menunjukkan bahwa pasar China mulai serius mencari alternatif lokal untuk produk Nvidia dan AMD.
Ludesnya 30 ribu unit GPU LX 7G100 dalam sekejap membuktikan kalau pasar gamer sekarang emang lagi haus banget sama alternatif GPU murah yang gak bikin dompet jebol. Keputusan Lisuan Tech memanfaatkan teknologi open-source FSR dan Frame Gen AMD adalah langkah yang sangat cerdas sekaligus taktis untuk menutupi kelemahan performa murni hardware mereka.








